Showing posts with label Hujan. Show all posts
Showing posts with label Hujan. Show all posts

Friday, May 24, 2013

(Masih) Tentang Hujan

sumber: http://farmasi080918192931.blogspot.com
Kamu, yang selalu menyetia bersama hujan.
Yang selalu mencuri pandang pada jendela berharap hujan turun.
Tak perlu dinanti. Hujan itu akan datang dengan sendirinya.
Dia akan segera turun saat lelah menggantung di atas sana.

Tapi aku bingung. Kenapa kamu menunggu hujan yang selalu memberikan rasa dingin itu?
Dingin hanya akan menyebabkan gigil pada dirimu. Bahkan tak jarang membuat nyeri.

Kamu tau apa yang seharusnya kamu butuhkan?
Rasa hangat. Bukan dingin, apalagi panas.
Rasa hangat akan menentramkan jiwamu. Karena kamu selama ini sudah terlalu kedinginan.
Yang mungkin sering membuatmu lupa, bagaimana rasanya tersenyum tanpa beban dan bahagia...

tiranika

nb: saya tidak begitu mengingat kapan saya menulis ini. Yang pasti sudah beberapa waktu lalu. Dan itu tidak jauh berbeda waktunya dengan tulisan tentang hujan sebelumnya, Jika Hujan itu Masih Miliknya. Selamat menikmati hujan :)

Friday, November 2, 2012

Jika Hujan itu Masih Miliknya


Jika hujan sore ini masih miliknya…
Jangan biarkan hujan itu membuatmu kuyup.
Jika hujan sore ini masih miliknya lagi…
Yang baunya akan tetap terekam jelas meski sudah menjauh pergi
Jangan biarkan dirimu terhanyut dalam buaian bau itu.
Meski hujan rintik ini tetap miliknya…
Yang masih akan tetap bisa ditempuh oleh semua orang dan meninggalkan jejak-jejaknya.

Walau hujan ini masih selalu miliknya…
Jangan biarkan gemuruh yang ikut bersamanya membuatmu meragu.

Mendekatlah…
Karena banyak yang menawarimu payung untuk tempat berteduh.
Mendekatlah…
Karena ada banyak mantel yang tersedia untuk melindungimu dari terpaan hujan itu
Akan selalu ada yang menawarimu segelas minuman hangat untuk menghilangkan dingin hujan itu.

Dan jika hujan malam ini masih miliknya
Seperti katamu dulu, biarkan angin yang akan menghembuskan awan mendung itu menjauh
Dan membawa pesan agar ruang itu tak ada. Untuk orang lain, bahkan mungkin untukmu sendiri…

tiranika
2 November 2012

9:05 PM

Friday, July 13, 2012

Pagi Dingin


Pagi ini terasa dingin. Tanah masih menyisakan jejak-jejak sisa hujan malam tadi. Cuaca seperti ini sesungguhnya tidak terlalu aku nikmati. Bagaimana tidak? Dengan suhu yang menurun begini, aku sebenarnya lebih memilih menggelung diri daripada harus menyiksa diri disini. Belum banyak sesuatu yang berarti yang bisa aku nikmati.
Aku tertawa miris dalam hati. Dan juga terus berpikir, mengapa aku bisa begini. Aku kehilangan. Dan yang lebih tragis lagi, kehilangan jiwa sendiri. Dinding yang berdiri kokoh ini seakan memberi sugesti, kau tidak akan bisa mandiri. Aku langsung seperti manusia yang kehilangan destinasi. Membuat hati mengkerut seakan ingin mati.
Aku melemparkan visualku ke segala arah. Memperhatikan mereka semua yang sepertinya terarah. Tidak sepertiku yang bersusah payah untuk tak menyerah. Pagi dingin begini, serasa kian memperparah. Menyerahlah…kau akan selalu kalah, bisik si setan bedebah.