Showing posts with label Kisah. Show all posts
Showing posts with label Kisah. Show all posts

Friday, July 13, 2012

Pagi Dingin


Pagi ini terasa dingin. Tanah masih menyisakan jejak-jejak sisa hujan malam tadi. Cuaca seperti ini sesungguhnya tidak terlalu aku nikmati. Bagaimana tidak? Dengan suhu yang menurun begini, aku sebenarnya lebih memilih menggelung diri daripada harus menyiksa diri disini. Belum banyak sesuatu yang berarti yang bisa aku nikmati.
Aku tertawa miris dalam hati. Dan juga terus berpikir, mengapa aku bisa begini. Aku kehilangan. Dan yang lebih tragis lagi, kehilangan jiwa sendiri. Dinding yang berdiri kokoh ini seakan memberi sugesti, kau tidak akan bisa mandiri. Aku langsung seperti manusia yang kehilangan destinasi. Membuat hati mengkerut seakan ingin mati.
Aku melemparkan visualku ke segala arah. Memperhatikan mereka semua yang sepertinya terarah. Tidak sepertiku yang bersusah payah untuk tak menyerah. Pagi dingin begini, serasa kian memperparah. Menyerahlah…kau akan selalu kalah, bisik si setan bedebah.

Tulisan Cerewet 5 : Tolong Saya!


Saya bingung. Sampai saat ini, saya belum menemukan keasikan dari kata ‘ngantor’ dari pada ‘ngampus’. Saat di kantor, saya lebih banyak bertingkah bingung dan tak tentu arah. Saya melakukan pekerjaan yang entah mengapa terasa kacau di kepala saya. Saya sulit berkomunikasi. Otamatis, saya menjadi sulit mengungkapkan kesulitan saya, apalagi isi hati. Saya belum pernah mengalami kesulitan berkomunikasi separah ini.
Saya juga sering merasa jenuh. Pekerjaan yang saya lakukan, hanya pada satu ruangan itu saja selama 8 jam lebih, dikurang waktu beristirahat selama 1,5 jam. Selama di kampus, saya selalu mengerjakan tugas berpindah-pindah agar tak jenuh. Saya harus sering-sering berganti suasana. Walaupun, saya lebih betah mengerjakan tugas di kantin. Hei, jangan salah! Di kantin suasananya juga sering berganti kok. Kadang ngeselin, kadang nyenengin dan kadang-kadang lainnya. Oh iya, dan juga…di kantin saya cukup sering mendapat hiburan gratis dari orang-orang yang genjrang-genjreng gitar dan nyanyi-nyanyi. Hei, mereka bernyanyi tidak dengan asal-asalan lho…

Ini Aneh

Ini aneh. Saya tidak bisa mengerjakan tugas di kantor saat semua kehidupan disini berjalan dengan lambat dan kaku. Saya juga tidak bisa mengerjakan di rumah pada malam hari. Karena saya manusia yang berjenis pelor alias nempel molor, saat siang hari tidak menyentuh kasur sama sekali, berarti malam adalah waktunya merdeka. Saya sungguh bingung berada di lingkungan yang sepenuhnya kaku seperti disini. Saya tidak bisa bersosialisasi dengan baik. Kehidupan saya serasa berjalan ditempat.
Entah apa yang salah. Yang jelas ini aneh. Ini bukan saya yang kehidupannya selalu saya bawa ringan. Saya yang selalu bertingkah ‘mengagumkan’ (bukan makna sebenarnya) bagi sekeliling saya, saya yang tak pernah merasa seberat ini.
Apa yang salah?
Ya ampuunn…lagi-lagi pertanyaan seperti ini yang saya lontarkan. Ini sungguh-sungguh aneh. Saya tidak pernah terlalu mempermasalahkan kehidupan sosial saya, sekarang malah berbalik penuh keluhan. Hampir setiap saat saya selalu menghela napas tertahan. Berharap agar beban yang tak jelas bentuknya ini, bisa lepas dari pundak saya. Padahal kehidupan disini baru berjalan kurang dari dua minggu, tapi saya bertingkah selayaknya manusia yang telah menanggung beban berat hampir di seperempat hidupnya.
Saat semua orang terlihat sibuk dengan kegiatannya, saya lebih banyak sibuk dengan pikiran saya yang kusut. Dari kemarin, saya sibuk mengurai benang kusut ini. Menemukan ujung dan pangkal dari kekalutan pikiran saya. Saya lebih sering bertingkah bodoh dengan lebih banyak bengong seolah-olah dengan begitu kehidupan saya akan berjalan lebih baik. 
Bodohnya…padahal dengan bersikap begitu membuat aku kian terlihat suram. Aku sadar. Tapi tak ada yang bisa aku lakukan. Karena aku sungguh masih merasa asing disini. Disini aku tak bisa menjadi aku. Disini aku tidak bisa menjadi ‘biasa’.

Sunday, June 10, 2012

Kenangan yang Membeku


Aku tidak menyangka, ternyata sudah 11 tahun terlewati. Setiap detak yang berlalu, semakin menyamarkan wajahnya dari ingatanku. Kenangan bersamanya yang tak banyak, tiap hari kian menghilang. Membuat aku tersadar, ternyata telah sangat lama ia tak berada di sisiku.

Tuhan adil, memang. Ia akan mendatangkan orang-orang baru di kehidupan kita, menggantikan mereka yang telah pergi. Meskipun begitu, tetap saja, eksistensinya masih sering aku harapkan ada.

Aku sering meringis perih. Potret dirinya tak banyak tersimpan. Paling, hanya foto-foto saat ia masih kecil dulu. Atau yang cukup 'segar', fotonya yang tertempel di ijazah kelulusan. Dia tak begitu suka mengabadikan dirinya dalam selembar foto. Dia lebih sering menghindar untuk hal itu. Sekalipun ada gambarnya yang diambil secara diam-diam, ia mengoyak bahkan membuangnya. Seolah ia tahu, hidupnya tak akan lama. Dan ia tak ingin orang-orang terdekatnya menyimpan kenangan akan dirinya.

Hah...aku sering berpikir, bagaimana ia seandainya masih ada disini? Bagaimana kira-kira rupanya kini? Lalu dengan kekasihnya? Mungkin aku bisa menggoda mereka saat sedang kencan dirumah. Atau mungkin...sudah ada lelaki yang melamarnya? Dia sudah memiliki keluarga sendiri?

Monday, June 4, 2012

Tulisan Cerewet 4


Saya baru saja membaca ulang beberapa tulisan yang saya post di blog ini. Dan saya menjadi heran, kenapa isi tulisan saya terkesan galau semua, ya? Padahal saya ini generasi anti galau lho. Saya gak suka hal-hal yang berbau galau. Tapi malah tulisan saya mengandung segala unsur yang akan menimbulkan kesan galau. Ckckck...

Saya ini sebenernya tipe-tipe orang yang susah mengungkapkan perasaan secara langsung. Lebih senang bila memendamnya sendiri. Ya walaupun sebenarnya, memendam perasaan sendiri itu gak baik, bisa bikin penyakit hati!

Makanya, saya mencoba menyalurkan isi hati saya dengan menulis di blog ini. Jauh lebih lega. Perasaan saya tersalurkan, walaupun tidak secara langsung. Selain itu saya bisa sedikit mengasah kemampuan menulis saya. Karena saya berusaha mengimplementasikan kata-katanya Pramoedya Ananta Toer "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah."  Saya tidak ingin menjadi golongan yang 'hilang dari sejarah' itu. Paling tidak dari tulisan-tulisan saya disini, ada tanda-tanda saya pernah ada :D

Tapi bener lho, dengan menulis itu kita bisa merasa 'bebas'. Imajinasi, perasaan yang terpendam, segala hal dapat kita salurkan. Apalagi dengan adanya blog, media sosial seperti saat ini, kita bisa mengenalkan dunia kita kepada seluruh dunia.

Lho? Maksudnya?

Ya imajinasi, perasaan, itu kan dunia yang kita ciptakan sendiri. Dan kita dapat mengenalkannya kepada orang lain melalui segala fasilitas yang ada sekarang. Siapa tau dapat menginspirasi orang lain. Banyak kisah-kisah sederhana yang ditulis, secara tak sadar telah menginspirasi orang lain.

Maka dari itu, menulislah! Lupakan itu tentang isinya yang ngaco, atau pun super duper galau. Walaupun "setiap tulisan merupakan dunia tersendiri, yang terapung-apung antara dunia kenyataan dan dunia impian"

Ps: lagilagi ngutip kata-kata Pramoedya :D


Bandung, 4 Juni 2012
1:55 PM

Sunday, June 3, 2012

Drama


Saat aku terdiam, aku mencoba mengerti. Mengamati sekelilingku, mencoba untuk menebak segala sesuatu yang tak terlihat oleh kasat mata. Bagaimana orang-orang itu menjalani lakonnya di dunia ini. Ada yang sempurna jelas sedang menipu, ada juga yang bertingkah seolah tak mempunyai beban bagi lakon yang dijalaninya.

Aku meyakini, slalu ada yang tersimpan dari segala seni peran yang kita jalani di dunia. Tak menutup kemungkinan, ada air mata yang terbendung dari senyum yang menawan. Ada cinta yang mendalam dari sebuah kejenakaan. Ada beban besar yang ditanggung, dari bibir yang melucu. Terkadang, akan ada rasa sakit yang tersimpan dari segala kebaikan yang terurai. Jika sudah seperti itu, semua terasa semu, bahkan untuk hal yang bernama kebahagiaan.

Saturday, April 21, 2012

Selamat Pagi!


Selamat pagi!
Langit pagi ini begitu cerah. Seolah menginginkan semua orang merasakan semangatnya. Padahal, beberapa hari ini, langit selalu di rundung hujan.
Selamat pagi!
Aku berusaha menikmati pagi ini. Ini pagi yang berbeda. Langit berusaha agar aku benar-benar bisa menikmati hari ini.
Selamat pagi!
Di balik segala senyum, di balik segala pancaran semangat yang aku hadirkan, pilu itu masih tetap ada. Hadirmu tetap menjadi satu hal yang aku harapkan. Sosokmu masih tetap begitu nyata ada di sampingku.
Selamat pagi!
Aku sungguh tak ingin kau hilang dari ingatanku. Aku ingin kau tetap selalu ada. Karena kau, adalah salah satu alasan aku merasakan bahagia di dunia ini...

Bandung, 12 April 2012
09:03 AM

Sepi

Aku tidak tau. Rasanya aku tidak pernah merasa sesepi ini. Semua yang ada di sekelilingku seolah mengolokku. Bahkan dinding kamar yang dingin pun, seolah sedang menertawaiku habis-habisan.

Aku meringsut di atas kasur. Hawa dingin malam ini terasa berkali-kali lipat lebih dingin dari biasanya. Aku memeluk gulingku erat. Entah mengapa, kekosongan ini semakin terasa kentara. Tak terlihat, tapi begitu menyesakkan.

Ada denyut begitu menyesakkan di dada ini. Bagian yang alpa itu kian bertalu-talu. Menyedihkan. Aku bahkan merasa ingin menertawai diriku sendiri. Apa yang kau sesali? Pertanyaan retoris yang di lontarkan hatiku.

Terkadang aku merasa ingin menjadi sosok yang apatis. Agar terbiasa dengan keadaan 'sepi' yang aku ciptakan sendiri. Tapi mau bagaimana? Aku terlahir sebagai sosok yang bahkan cenderung overactive.

Menyedihkan. Kata-kata itu kembali aku lontarkan. Yang benar saja. Setelah begitu banyak detak waktu terlewati, kehadirannya tetap menjadi satu yang aku rindukan...

Bandung, 12 April 2012
11:58 PM

Sunday, December 18, 2011

Janji Penyu

Belajarlah tentang hakikat menepati janji
dari seekor penyu
Sejauh apapun kehidupan membawanya,
Pasti ia akan kembali ke tanah tempat ia dilahirkan
Ke tanah tempat ia pertama kali
menyentuh air perjalanan kehidupannya

Janji penyu, janji sejati
Tak pernah terkikis meski lama di air asin
Janji penyu, janji tentang kesetiaan
Kesetiaan akan tanah leluhurnya
Kesetiaan akan cinta pertamanya
Janji penyu, penuh ketulusan

Dan aku akan menjelma penyu,
Untuk cinta yang tertimbun lara...


Bandung, 18 Desember 2011
Catatan menjelang akhir tahun

Rahasia

Cintaku terhadapmu...
Sama seperti syair yang slalu ku tulis
Syair tentang cinta, tentang harapan
Namun tak pernah terjamah orang
Semua menjadi rahasia
Rahasia antara aku, Tuhan dan tulisanku sendiri
Semua tersimpan rapi
Dan tak pernah ku berikan pada yang lain
Tak masalah jika mereka menemukannya secara tak sengaja
Namun tidak akan ku beberkan sendiri
Karena ini rahasia,
Rahasia hati seorang pengagum rahasia


Bandung, 18 Desember 2011
Catatan menjelang akhir tahun

Thursday, July 7, 2011

Ketika si 'Indolent' Menguasai

Akhirnya aku nulis lagi disini. Setelah beberapa hari (atau minggu) tidak ada yang aku perbarui. Bukan tak mau memperbarui. Tapi si indolent sedang menguasai diriku belakangan ini, selain karena tugas besar yang menggila dan membuat aku harus sering begadang. Sekarang ini jam di laptop ku menunjukkan pukul dua lewat tujuh belas menit dini hari, semangat untuk mem-posting tulisan baru disini mendadak muncul. Semua gara-gara aku habis melihat tumblr dari seniorku yang sepertinya juga sedang diserang virus indolent sehingga tulisannya baru ia perbarui setelah sekian lama.

Aku sebenarnya ingin memperbarui tulisanku dengan cerita yang aku buat. Tapii...cerita itu belum selesai aku ketik. Jika kau bertanya tentang ide, ide itu masih ada dan Insya Allah taste-nya masih aku rasakan. Masalahnya itu ialah karena si indolent. Virus yang membuat aku tidak semangat untuk membuka hasil ketikan aku yang sudah berjalan setengahnya. Padahal, semangat aku untuk menyelesaikan cerita-cerita itu sangat menggebu-gebu. Tapi, aku masih kalah dengan diriku sendiri. Sesuatu yang amat aku sesali.

Ada dua cerita saat ini yang menuntut untuk diselesaikan olehku. Yah...lagi-lagi di karenakan oleh si virus indolent itu, setiap harinya aku hanya mampu menambahkan beberapa kalimat di dalamnya. Saat aku sangat ingin menulis, mengetikkan kisah yang ingin aku bagikan, berbagi cerita agar dapat dibaca orang, justru si indolent menjadi sang juara di diriku. Tapi jika aku sedang tak ingin menulis, si indolent satu itu pergi sejauh-jauhnya dariku. Heyy...dia sering berada disaat yang tidak tepat. Dan aku membencinya.

Kali ini aku hanya berharap dapat meneyelesaikan tulisan-tulisan aku itu. Sungguh, keinginan itu sangat besar dalam diriku. Semoga Tuhan mau menolongku untuk menyelesaikannya.

 regards,
-admin-

Monday, June 6, 2011

Pertarungan Aku dan Hati


Aku: Ya Allah...apaan ini! Aku sudah segila ini mengerjakannya, yang selesai baru satu? Baru satu dari tujuh tugas?

Hati: Ya dikerjain lah...

Aku: GAK BISA!! Apaan nih?! Aku tidak mengerti dengan tugasnya! Susah!

Hati: Susah bukan berarti tidak bisa, bukan??

Aku: Ya tetap saja! Tugas-tugas ini sudah mengacaukan sistem kerja otakku, menguras habis tenagaku!

Hati: ...

Aku: Huuaaa...aku ingin menangis melihat tumpukan tugas-tugas ini...

Tuesday, May 31, 2011

Kau Tak Pernah Mati

Untuk kau yang telah lama pergi,
Aku tak pernah menyangka, hidup yang aku jalani akan seperti ini. Dulu, aku merasa ‘sempurna’ hidup dengan kedua orang tua yang menyayangiku sepenuh hati, dua orang adik laki-laki yang tak pernah lelah melindungiku, dan…seorang kakak perempuan yang begitu baik kepadaku. Memang, tak selamanya aku dan ketiga saudaraku akur. Tapi percayalah, pertengkaran-pertengkaran kecil yang kami alami itu, justru membuat rasa sayang semakin kuat tercipta.
Tapi semua berubah. Kehidupanku seolah dijungkir balikkan oleh takdir yang tak sekejap mata mampu aku terima. Ia pergi, kakak ku satu-satunya, seseorang yang pada suatu hari nantinya membuat aku iri pada teman-temanku yang masih memiliki seorang kakak, untuk selamanya. Tak pernah kembali. Pada saat itu, aku merasa, takdir seolah menertawakanku.

Sunday, May 29, 2011

Menjaga Hubungan = Menusuk Balon Tanpa Membuatnya Pecah

Baiklah, kali ini saya akan bercerita sedikit mengenai kehidupan saya, kehidupan saya dikampus, dan lebih tepatnya di dalam kelas saya.

Belakangan ini, ada banyak masalah yang muncul dikelas kami. Dan semuanya bermuara pada satu hal. Tugas. Menjelang penghujung semester ini, kami memang disibukkan oleh banyak tugas. Hampir setiap mata kuliah, ada tugas besar yang harus kami selesaikan. Belum lagi ditambah dengan macam-macam kuis. Terkadang, gara-gara hal ini, kami jadi egois dan lupa dengan lingkungan sekitar. Jika salah satu sudah begitu, aksi saling 'sindir' di dunia maya tidak bisa dielakkan. Dan saya mengakui, saya terkadang juga seperti itu.

Kebanyakan masalah disebabkan oleh pembagian kelompok untuk tugas besar. Ya, memang tidak setiap kelompok juga sih yang bermasalah. Hanya beberapa kelompok saja. Dan awal  dari segala protes itu ialah tugas kelompok PSI (Pengantar Sistem Informasi).

Wednesday, May 25, 2011

Tulisan Cerewet 2

Coretan ini kubuat saat sedang mengalami kegalauan tingkat akut memikirkan masa liburanku. Aku mendapatkan jatah libur semester ini selama satu bulan. Cukup lama, bukan? Tapi tidak bagi aku yang merupakan seorang perantau ini. Meninggalkan kota tempat kelahiranku menuju kota yang –dulu- saat mendengarnya saja sudah membuatku malas. Bandung.
Aku hanya bisa menghela nafas berat saat melihat kalender yang terdapat pada ponselku. Kurang dari dua minggu lagi aku harus kembali menjalani rutinitasku sebagai seorang mahasiswi di salah satu universitas swasta di kota kembang itu. Aku tidak seperti beberapa orang temanku yang ingin segera kembali kesana. Kalau aku bisa meminta, aku ingin jatah liburanku diperpanjang, karena satu bulan itu hanya terasa bagai hembusan angin dibandingkan dengan waktu yang kuhabiskan berbulan-bulan disana.