Saya bingung. Sampai saat ini, saya belum menemukan keasikan dari kata
‘ngantor’ dari pada ‘ngampus’. Saat di kantor, saya lebih banyak bertingkah
bingung dan tak tentu arah. Saya melakukan pekerjaan yang entah mengapa terasa
kacau di kepala saya. Saya sulit berkomunikasi. Otamatis, saya menjadi sulit
mengungkapkan kesulitan saya, apalagi isi hati. Saya belum pernah mengalami
kesulitan berkomunikasi separah ini.
Saya juga sering merasa jenuh. Pekerjaan yang saya lakukan, hanya pada
satu ruangan itu saja selama 8 jam lebih, dikurang waktu beristirahat selama
1,5 jam. Selama di kampus, saya selalu mengerjakan tugas berpindah-pindah agar
tak jenuh. Saya harus sering-sering berganti suasana. Walaupun, saya lebih
betah mengerjakan tugas di kantin. Hei, jangan salah! Di kantin suasananya juga
sering berganti kok. Kadang ngeselin, kadang nyenengin dan kadang-kadang
lainnya. Oh iya, dan juga…di kantin saya cukup sering mendapat hiburan gratis
dari orang-orang yang genjrang-genjreng gitar dan nyanyi-nyanyi. Hei, mereka
bernyanyi tidak dengan asal-asalan lho…

